Minggu, 10 April 2011

Di Balik Musibah itu Ada suatu Rahasia Allah

"
19 Ramadhon 1431 H, itu adalah hari yang penuh dengan duka bagi keluarga Ar-Riyadh, karena pada hari itu terjadi sebuah kecelakaan yang mensyahidkan tiga santi terbaik Pesantren Ar Riyadh, (Alm) As Sayyid Muhammad Alvi Syahrin bin Muhammad Syairozi meninggal dengan Al Qur'an di tangan'nya, (Alm) As Syayyid Muhammad Juliansyah bin Syamsul Huda meninggal dalam keadaan senyum yang bahagia di wajahnya, dan (Alm) As Sayyid Muhammad Toyyib bin Fu'ad meninggal dan ratusan orang yang memakamkan'nya padahal itu di malam hari (seperti meninggalnya para Ulama' yang di antar oleh ratusan para muhibbin'nya). dan mereka semua meninggal dalam keadaan yang tenang dan bahagia.

Ternyata di balik angka sembilan belas (19) pada tanggal meninggalnya mereka tersimpan makana yang begitu besar, dan juga berhubungan dengan Al-qur'an (karena mereka bertiga adalah para pengahafal Al-Qur'an). coba lihat artikel yang kami temukan di bawah ini :

Jumlah Suroh dalam Al-Qu'an ada 114, nah 114 itu adalah kelipatan (19 X 6 = 114).
Wahyu pertama (Surat ke-96 ayat : 1-5 ) terdiri dari 19 kalimat (atau 19 X 1 ) dan 76 huruf (atau 19 X 4 ).
Wahyu kedua (Surat ke-68 ayat : 1-9 ) terdiri dari 38 kalimat (atau 19 X 2 ).
Wahyu ketiga (Surat ke-73 ayat : 1-10 ) terdiri dari 57 kalimat (atau 19 X 3 ).
Wahyu terakhir (Surat ke-110 ) terdiri dari 19 kalimat (atau 19 X 1 ), dan ayat pertama dari Surat ke-110 tersebut terdiri dari 19 huruf (19 X 1).
Wahyu yang pertama kali menyatakan ke-Esaan Allah adalah wahyu ke-19 (Surat ke-112, Al Ikhlas).

Surat ke-96 tempat terdapatnya wahyu pertama, terdiri dari 19 ayat (atau 19 X 1 ) dan 304 huruf (atau 19 X 16 ). Selain itu juga ternyata surat ke-96 tersebut merupakan surat yang ke-19 bila diurut/ dihitung mundur dari belakang Quran. Bukti-bukti ini menunjukkan bahwa Quran tersusun dengan perhitungan sistim kunci (interlocking system), sesuai maksud dari surat ke-85 ayat : 20, yang artinya :
“Allah telah mengepung/ mengunci mereka dari belakang”.

apabila bilangan surat-surat dijumlahkan mulai dari surat ke-114 s/d ke-96, (114+113+112+111+…+98+97+96) maka hasilnya adalah 1995 (atau 19 X 105 ). Bagian tengah-tengah Quran jatuh pada Surat ke-18 (Al Kahfi) ayat : 19 (atau 19 X 1 ). Apabila jumlah ayat-ayatnya dijumlahkan : 3+19+29+30+52=133, (atau 19X7).

dan juga nama Allah yang tertulids dalam Al-Qur'an berjumlah 2.698 (atau 19 X 142).

dan juga keistimewaan Angka 19 di luar Al-Qura'an :

Keistimewaan angka 19 dalam ilmu matematik dikenal sebagai salah satu ‘Bilangan Prima’ yakni bilangan yang tak habis dibagi dengan bilangan manapun kecuali dengan dirinya sendiri. Keistimewaan tersebut melambangkan bahwa sifat-Nya yang serba MAHA tidak dibagikan kepada siapapun juga kecuali bagi diri-Nya sendiri (Surat ke-112 ayat 3).

Angka 19 terdiri dari angka 1 dan 9, dimana angka 1 merupakan bilangan pokok pertama dan angka 9 merupakan bilangan pokok terakhir dalam sistem perhitungan kita. Keistimewaan tersebut menunjukkan sifat Allah yakni 'Maha Awal dan Maha Akhir' (Surat ke-57 ayat : 3).

Angka 1 melambangkan sifat-Nya yang 'Maha Esa' (surat ke-112 ayat 1), sedangkan angka 9 sebagai bilangan pokok terbesar melambangkan salah satu sifatnya yang ke-38 yaitu 'Maha Besar'.

Dalam Kalender Tahun Komariyah (Sistem Peredaran Bulan), terjadinya Tahun Kabisat terjadi pada setiap 19 tahun sekali.

Kerangka manusia yaitu : - tulang leher ada 7 ruas, tulang punggung ada 12 ruas, jadi jumlahnya 19 ruas. (Referensi: "Atlas Anatomi", Prof. Dr. Chr. P. Raven).

"Subhanallah, kita tidak tahu apa yang Allah rencanakan. Tapi kalau di lihat dari artikek ini, ternyata Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-hamba yang di cintai'nya.